Sinergitas, Adi Nata Kusuma dan Herman Kemper Serap Aspirasi Warga Pesisir
TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi II Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Adi Nata Kusuma menggelar reses perdananya di Kecamatan Tarakan Timur, Tanjung Batu, Jumat (15/11/2024).
Tak hanya Adi Nata Kusuma, tampak pula hadir pada kegiatan itu Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) dapil Kaltara, Herman atau biasa dipanggil Kemper. Hal ini merupakan trobosan baru soal sinergitas lintas anggota legislatif.
Adapun dalam reses tersebut, Adi Nata Kusuma menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat yang didominasi nelayan rumput laut tersebut. Sebab, persoalan warga persisir merupakan hal penting dan tak lepas dari pandangannya.
“Dulu kami kesini masih calon, Alhamdulillah sekarang sudah jadi. Jadi, setiap saya ke Tarakan akan selalu hadir di Tarakan Timur khususnya Tanjung Batu. Sebab, terhubung secara emosional,” kata Adi Nata Kusuma membuka kegiatannya.
Kemudian, ada beberapa pertanyaan dan keluhan warga. Mulai dari persoalan pendidikan anak di wilayah pesisir, penghapusan BPJS kesehatan, beasiswa pendidikan, bahkan membuat kampung-kampung wisata. Hal ini disampaikan Arifuddin ketua RT 23 dan Udin Samsuddin ketua RT 17 Tanjung Batu.
“Kami menitipkan untuk warga-warga kami yang akan jadi prioritas soal pemeriksaan kesehatan melalui BPJS kesehatan dan beasiswa pendidikan agar anak-anak kami di wilayah pesisir ini bisa diperhatikan,” ujarnya.
“Kami sudah berapa kali mengajukan beasiswa untuk anak-anak kami untuk berkuliah. Hanya satu dua yang bisa mendapat. Tolong agar bisa memasifkan pemberian beasiswa kepada kawan-kawan pesisir seperti kami,” lanjutnya.
Selanjutnya, Herman Kemper pun bergantian menjawab aspirasi dan keluhan warga yang hadir. Ia menyebut bahwa persoalan BPJS ini kadang disebut kembali ke masyarakat. Sebab, rasa malas dan tunggu mengalami sakit baru mengurus.
“Kalau persoaln bpjs itu kita kadang malas ngurus, semoga kita sehat terus. Kita kadang tunggu sakit baru ngurus. Karena banyak pentingnya BPJS ini,” ujarnya.
Herman Kemper dan Adi Nata Kusuma disebut memiliki program bersama yang melibatkan Ombudsman soal sulitnya masyarakat ketika terhalang birokrasi kepengurusan apapun. Melalui RT setempat, Ombudsman akan terhubung dengan Call Center langsung.
“Kami kedepan punya kerjasama dengan Ombudsman, jadi keterhalangan soal dipersulitkan akan bisa langsung terhubung dengan Ombudsman untuk melaporkan hal-hal lain dan langsung terhubung dengan RT setempat,” tutupnya.
