Syarwani dan Mimpi Besar Sepak Bola Kaltara

narahubung.id – Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa waktu lalu, Syarwani pun bertekad membesarkan dunia persepakbolaan yang sudah lama mati suri.

Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Bulungan ini berharap semua komponen, mulai dari pecinta, penggemar hingga penggiat sepak bola di Kaltara harus saling besinergi guna membangkitkan kembali olahraga ini.

“Ya tentu kebersamaan seluruh jajaran, pecinta, penggemar ataupun penggiat olahraga sepak bola ini menjadi yang harus kita bangun dulu pondasinya,” kata Syarwani kepada narahubung.id, Rabu (6/4/2022).

Saat ditanyai soal target kedepan untuk sepak bola Kaltara, Syarwani menyebut tidak ingin instan, dan lebih fokus kepada pembinaan dan turnamen untuk anak usia dini. Sehingga, kedepannya Kaltara memiliki atlet sendiri.

“Tinggal bagaimana nanti terhadap pembinaan anak usia dini. Mulai dari SMP, SMA, bahkan mungkin pendirian sekolah sepak bola (SSB) itu jauh lebih penting untuk menyiapkan masa depan atlet sepak bola kaltara. Sehingga, binaan atlet ini bisa betul-betul kita dapatkan. Terkadang, kita ini selalu ingin instan, besok ada turnamen cabut pemain sana pemain sini,” jelasnya.

Selain pembinaan atlet usia dini, ia juga berfokus kepada bagaimana menciptakan turnamen-turnamen panjang dan menjadi aset sepak bola Kaltara. Jadi, lebih banyak memastikan, minat dan hobi bahkan juga geliat atmosfer sepak bola di Kaltara agar lebih hidup.

“Jadi, memang ini tidak bisa langsung. Hari ini Asprov nya terbentuk, tahun depan kita masuk liga 3, itu menurut saya terlalu muluk-muluk,” ungkapnya.

Namun, yang tak kalah penting ialah soal ketersediaan SSB di Kabupaten/Kota dan memiliki pelatih-pelatih yang berlisensi dibidangnya. Hal tersebut yang menjadikan peran penting bagi Askab dan Askot di daerah.

“Tinggal meningkatkan lagi, perbanyak SSB di daerah. Peran Askot dan Askab disini sangat penting. Ini merupakan adalah mandat besar, tidak mungkin dipikul oleh Asprov saja, tapi juga didukung oleh teman-teman di Kabupaten/Kota. Jujur harus kita sampaikan, provinsi itu tidak memiliki atlet, yang memiliki atlet itu Kabupaten/Kota, tapi bagaimana mensinergikan peran Asprov dengan keberadaan teman-teman Askot Askab itu yang akan kita maksimalkan,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain