Tegaskan Penolakan Hasil KLB, Demokrat se-Kaltara Sambangi Polda

DPD dan DPC Demokrat se-Kaltara. (Foto : Kickoy)
DPD dan DPC Demokrat se-Kaltara. (Foto : Kickoy)

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Sebagai bentuk antisipasi munculnya manuver Demokrat versi KLB, pengurus DPD dan DPC Demokrat se-Kaltara menyambangi Polda Kaltara, Rabu (24/3/2021).

Ketua DPD Demokrat Kaltara, Yansen TP menyebut, KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara, 5 Maret 2021 adalah ilegal, baik dari aspek penyelenggaraan, kepemilikan suara, penggunaan atribut serta produk yang dihasilkan bertentangan dengan Surat Keputusan yang telah diterbitkan Kementerian Hukum Dan HAM RI Tentang Kepengurusan.

“Pertama-pertama ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pengurus partai yang sah sesuai aturan hukum negara dan aturan organisasi partai. Tentu kami ingin kedepannya semua tetap aman dan kondusif dan kami harus menyampaikan harapan kepada pemerintah, aparat keamanan dalam hal ini Polda bahwa kami mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang membuat situasi kisruh di partai ini,” ujarnya.

Yansen menegaskan, jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat se-Kaltara secara tegas menolak hasil KLB yang dimotori segelintir bekas kader partai dan pihak eskternal yang tergabung dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).

Seluruh kader Partai Demokrat Kaltara mulai dari DPD hingga fraksi di DPRD Provinsi menyatakan loyal kepada Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hingga hari ini, tidak ada pengurus Demokrat Kaltara yang mendukung KLB.

“Dari apa yang sudah kami identifikasi bahwa semua DPC sudah menyatakan tidak ada yang terindikasi ke KLB. Artinya kita betul-betul sepenuhnya dalam konstitusi kelembagaan Partai Demkorat di Kaltara. Kalau sampai ada, berarti bukan dari kader,” katanya.

Yansen menambahkan, manuver eksternal Demokrat patut diwaspadai karena bisa memicu perpecahan antar kader partai berlambang mercy itu.

“Siapapun orang yang di luar kader mencoba menciptakan situasi (tidak kondusif) di Kaltara, itu lah orang yang merusak kita, kondusifitas daerah ini. Tidak ada masalah di partai Demokrat, tetapi inisiatif-inisiatif orang-orang yang mungkin punya kepentingan itu yang merusak suasana kita. Ini lah yang harus kita waspadai,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain