Trah Undunsyah Hijrah ke PPP
narahubung.id – Kabar hijrahnya politisi senior, Undunsyah dari partai PKB ke partai PPP beredar. Merespon hal tersebut, tim narahubung.id mengkonfirmasi langsung mantan Bupati KTT dua periode itu.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, orang yang saat ini menjabat sebagai ketua PWNU Kaltara itu membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, bahwa bulan Muharram ini merupakan waktu yang pas untuk hijrah.
“Jelas saya pindahnya jelas, dan itu saya satu keluarga. Muharram ini kan waktu hijrah nya nabi. Jadi, kita sesuai kan hal-hal yang hijrah itu kan,” kata Undunsyah kepada narahubung.id, Sabtu (12/8/2023).
Kepada narahubung.id, tokoh yang dijuluki ‘Godfather from Tana Tidung’ ini mengungkapkan alasan hengkangnya dari partai yang diketuai Muhaimin Iskandar tersebut.
“Alasan pindah, ya kita tidak mampu bersaing dengan PKB Kaltara. Karena mereka orang-orang yang eksklusif dan orang bonafide. Saya ini bukan kelas mereka lah,” jelasnya.
Menurut Undun sapaan akrabnya, keberadaan dirinya dan keluarga di partai PKB tidak mempengaruhi apapun. Ia menyebut konsep kepindahan karena tidak mampu berkompetisi dengan orang-orang di PKB Kaltara.
“Menurut saya begitu, kita ini apasih. Jadi saya lebih bagus mencari partai yang bisa menghargai, mengayomi, dan tidak terlalu melihat seseorang itu dari sisi finansialnya. Tapi melihat orang dari komitmennya,” bebernya.
Undun menerangkan, bahwa partai PKB tidak identik dengan Nahdatul Ulama (NU). Hal ini berdasarkan bantahan-bantahan Gus Yahya.
“Jadi saya melihat sebagai tujuan saya orang NU. Tidak ada bedanya. Bantahan-bantahan Gus Yahya kan jelas. Jadi kalau sudah bantahan ketum PKB kan bukan saya yang bantah,” bebernya.
“Makanya, zaman saya ketua PWNU, siapapun kader NU yang punya masa depan berpolitik tidak selamanya di PKB, silahkan di partai lainnya yang penting membawa harkat dan martabat NU,” sambungnya.
Terkait kepindahannya, kini Undun dan keluarga sudah melengkapi berkas sekitar 99 persen. Ia menyebut, persen sisanya kembali kepada Allah SWT.
“Kami sekeluarga sudah lengkap (berkas kepindahan), istilahnya sudah 99 persen sudah. Tinggal 1 persen dari Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa jika kemaren tidak ditampung, dirinya dan keluarga sepakat tidak berpolitik. Namun, keadaan berbeda dan partai PPP memberikan Undunsyah dan keluarga bahtera politik.
“Mungkin ketika kita tidak ditampung, tidak akan berpolitik. Alhamdulillah ya ada partai yang mau menampung saya dan keluarga. PPP saya kira visinya juga sama, orang NU juga banyak,” ujarnya.
Dalam hal ini, Undun menyebut seorang politisi itu dapat membaca situasi dan paham kapan harus memetakan momen. Ia merendah bahwa dirinya merupakan politisi abal-abal dan berbeda dengan politisi yang ulung.
“Sebenarnya seorang politisi yang bisa membaca situasi, dia akan tau pada momen apa dia harus memetakan. Tapi ini seorang politisi, tapi kalau saya kan politisi abal-abal. Kalau politisi ulung kan berbeda pandangannya,” imbuhnya.
“Yang kedua, kenapa saya tidak seperti bakal calon lain yang kemana-mana, memakai medsos. Tidak seperti itu konsep berpolitik saya. Apa orang-orang tau dimana yang sudah saya kunjungi?, Tidak ada yang tau. Cukup saya dan orang saya yang tau saya kemana. Padahal saya tuh sudah kemana-mana,” tutupnya.
Naskah: Rohil Fidiawan Mokmin
Grafis: J.O