Wagub Yansen : Kaltara Siap Dukung Ekonomi Hijau

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Pemerintah ingin menggenjot kinerja ekonomi hijau (green economy) agar bisa menjadi sumber kekuatan perekonomian Indonesia ke depan. Terlebih, Indonesia punya sumber daya seperti hutan dan sungai untuk menghasilkan energi bersih.

Oleh karena itu, pemerintah berencana membangun kawasan industri hijau di Kaltara. Nantinya, kawasan itu akan ‘hidup’ dengan pemanfaatan energi bersih.

Salah satunya menggunakan sumber kelistrikan dari pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan arus Sungai Kayan.

Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP mengatakan, diperlukan upaya sistematis untuk mengarusutamakan pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan, perencaan, dan investasi di tingkat nasional dan provinsi, sehingga tercipta iklim yang kondusif bagi rancangan dan investasi kegiatan ekonomi besar dan kecil.

“Kita sudah memang harus berpikir ke sana (ekonomi hijau),” ujarnya saat disua narahubung.id, Jumat (8/5/2021).

Pemerintah juga kata Yansen harus berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan megaproyek pembangkit listrik di Sungai Kayan. Dimana nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower itu bisa menghasilkan tenaga kelistrikan hingga 11 ribu MegaWatt (MW).

Apalagi ekonomi hijau memang dipersiapkan menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan yang berdampak pada keadilan ekonomi baik antardaerah maupun antardesa dengan kota.

“Kita punya potensi yang bisa menghasilkan energi tetapi kita tidak punya kebijakan. Sekarang kita punya kebijakan, jadi harapan kita jangan hanya kesempatan dapat izin tapi tidak ada perwujudannya,” lanjut dia.

Wagub Yansen mengaku, transformasi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) sudah disampaikan Presiden Jokowi langsung kepada dirinya pada saat Yansen masih menjabat sebagai Bupati Malinau.

“Pak Jokowi sendiri sudah menyampaikan ke saya ketika masih menjabat Bupati Malinau. Bantu percepat supaya pembangunan PLTA ini berjalan dengan baik. Bukan hanya Sungai Kayan, progres yang nyata itu di Malinau. Kerangka kerjanya jelas, orientasi juga jelas. Misalnya secara kelembagaan mereka bekerjasama dengan pihak yang kompeten. Bekerjasama dengan PT Adaro Energy, PT Inalum kemudian PLN,” ucapnya.

Wagub berharap, Kaltara memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah pada green economy atau ekonomi hijau. Apalagi, Kaltara merupakan salah satu paru-paru terbesar dunia.

“Mudah-mudahan imbauan Bapak Presiden ini menjadi sebuah motivasi bagi investor,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain