Wc Umum Rayakan Perjalanan Berkarya di Album Keempat

narahubung.id – Wc Umum, Band Veteran Punk Rock asal Tarakan, Kaltara ini baru saja merilis album keempat mereka bertajuk ‘The Journey of Wc Umum’ pada, Senin (3/1/2022) lalu.

Di usianya yang ke-13 tahun pada album keempat ini, Wc Umum merayakan dengan bercerita soal perjalanan berkaryanya.

Terbentuk sejak tahun 2009 lalu, dengan beberapa pergantian lineup personel. Sampai pada album keempat ini dirilis, Wc Umum dengan personel yaitu, Rahmad Darmawan (Vocal), Ade Januar Rinaldy (Drum), Tesha Agung (Bass), dan Zulqurrahmadansyah (Gitar).

Wc Umum merupakan salah satu band yang bisa dikatakan sangat produktif sejak berdirinya 2009 lalu, dan merilis album pertama di tahun 2014. Yakni, ‘Selamatkan Bumi’.

Pada album keempatnya, terdapat 13 Track lagu, diantaranya. Jilat Sana Sini, Kami Tak Takut, Hari Merdeka, Invasi, Mimpi Bersama Sahabat, Bumi, Naik Delman, Nikmati Kopi, Dunia Belum Berakhir, Politik Dusta, Kehidupan Baru dan Tanah Negeriku Indonesia.

“Di album keempat ini merupakan kumpulan lagu-lagu yang ada di album pertama, album kedua, dan album ketiga. Kemudian kami pilih sebanyak 13 lagu dan retake untuk dimasukkan di album keempat,” kata Ade Januar Rinaldy, Drumer Wc Umum kepada narahubung.id, Selasa (19/4/2022).

Perilisan album keempat ini pun diikuti dengan rilisnya video klip disalah satu track pamungkas mereka yang berjudul ‘Mimpi Bersama Sahabat’ pada, Jumat (11/3/2022) lalu dikanal Youtube milik Ade Januar Rinaldy. Sepanjang empat albumnya, ini merupakan video klip kedua milik mereka.

“Tema lagu pada video klip kita ini sebenarnya menceritakan, bagaimana mencapai mimpi-mimpi band untuk maju dan berkembang, dan bagaimana untuk menggapai mimpi tersebut,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, walau dengan keterbatasan alat yang seadanya bukan menjadi penghalang untuk terus produktif melahirkan karya-karya baru.

“Dibalik produktifnya Wc Umum selama ini dalam proses rilis album, kita juga dibenturkan dengan keterbatasan alat, karena serba mandiri. Namun, itu bukan jadi penghalang buat kita buat terus berkarya,” jelasnya.

Proses penggarapan album ini dilakukan di Repoblik Rakjat Merdeka Records (RRM Records) Tarakan. Mulai dari proses rekaman, mixing dan mastering yang digarap sendiri oleh sang drumer, Ade Januar Rinaldy.

Harapannya, di album keempat ini bisa dapat dinikmati oleh pendengar dan menambah warna baru musik yang ada di Kota Tarakan khususnya. (rhl/nr)

Berita Lain