Pembangunan Makorem Terhambat

Ilustrasi
Ilustrasi

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah juga berdampak pada pembangunan Markas Korem 092 Maharajalila.

Dampak dari kebijakan itu, beberapa tenaga kerja yang berasal dari daerah Jawa terhambat tiba di Ibukota Kaltara, Tanjung Selor untuk melanjutkan proses pembangunan.

“Disana (Jawa) kan kebijakan PPKM-nya cukup ketat. Kemudian kalau mau keluar daerah juga harus ada rapid antigen. Sedangkan rapid antigen kan hanya berlaku tiga hari. Jadi sulit pekerja kita bergerak (datang ke Tanjung Selor),” kata Danrem 092 Maharajalila Brigjen Suratno belum lama ini.

Meski demikian, proses pembangunan Makorem tetap akan terus berlanjut. Beberapa bangunan yang hampir rampung terus dilanjutkan, terutama untuk perumahan dinas yang sudah mulai rampung.

“Kalau rumah dinas, mungkin ada sekitar 80 sampai 90 persen sudah rampung. Paling tinggal pasang keramik dan lainnya saja. Makanya manfaatkan tenaga kerja yang ada saja saat ini, sampai menunggu tenaga kerja lainnya datang,” jelasnya.

Selain jumlah tenaga kerja yang menjadi kendala, adanya recovusing anggaran juga menjadi kendala. Bahkan recovusing menjadi kendala utama, pembangunan Makorem Kaltara yang ditarget rampung tahun 2020 terpaska meleset hingga waktu yang belum dipastikan.

Situasi pandemi Covid-19 yang terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia mengakibatkan banyak anggaran pembangunan dari TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang di recovusing atau dialihkan untuk menangani penyebaran virus ini.

“Ada anggaran yang recovusing hingga 50 persen. Tapi anggaran yang di recovusing itu akan dikembalikan di tahun ini (2021). Itu (anggaran) yang akan kembali digunakan oleh kontraktor untuk melanjutkan pembangunan di tahun 2021 ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam pembangunan Makorem Kaltara terbagi 4 pekerjaan. Yakni untuk pembangunan prasarana Korem Kaltara menggunakan anggaran APBN 2020 sebesar Rp 5.110.360.000. Kemudian pembangunan Rumdis Danrem, Kasrem, Kasi Korem dan prasarana Korem dengan nilai kontrak Rp 7.211.258.000.

Lalu untuk pembangunan rumah jaga, pos jaga, pos provost, gudang amunisi, rumah genset dan prasarana Korem dengan nilai kontrak Rp 5.266.114.000. Sedangkan untuk pembangunan Rumdis K 54, K 45 dan prasarana Korem dengan nilai kontrak sebesar Rp 8.322.150.000.

Lanjut kata Danrem, meskipun pembangunan Makorem Kaltara tidak dapat diprediksi, namun itu bukan masalah. Karena untuk sementara ini, pihaknya masih akan menempati Gedung Tenis Indoor Anggun yang berada di Jalan Gelatik sebagai kantor sementara.

“Sementara untuk tempat tinggal beberapa pejabat juga disiapkan oleh pemerintah. Namun kita tetap upayakan, bangunan Korem serta perumahannya segera rampung,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain