Diversifikasi Pangan Lokal, Ini Keunggulan Singkong di Kaltara

narahubung.id – Penganekaragaman atau diversifikasi pangan menjadi isu penting seiring populasi penduduk yang terus membengkak namun tidak diimbangi dengan meningkatnya lahan persawahan.

Salah satu komoditas potensial yang bisa dikembangkan sebagai pangan alternatif pengganti nasi adalah singkong. 

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Diana Risawaty mengatakan, selama ini singkong kurang dilirik karena citranya sebagai makanan kelas bawah dan juga dinilai kurang menguntungkan bagi petani.

“Maka dari itu kami secara masif melakukan sosialisasi terkait diversifikasi pangan ini. Apalagi ini sudah masuk dalam dalam kebijakan Pemprov Kaltara yang diterjemahkan dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pangan Lokal,” ujarnya Jumat (24/12/2021).

Menurut Diana, singkong ini termasuk tanaman potensial karena dapat tumbuh pada kondisi lingkungan yang ekstrim sekalipun seperti di lahan kritis, iklim kering dan panas. Untuk itu, dia pun mendorong masyarakat untuk menanam singkong mulai dari pekarangan rumah. 

“Salah satu komoditas yang kita kembangkan ialah singkong. Ini berpotensi karena memiliki peluang tumbuh yang besar,” katanya.

Diana menjelaskan, singkong sebetulnya punya banyak keunggulan yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Dia menyontohkan tepung mocav (modified cassava) yang dibuat dari singkong yang difermentasi dan nantinya saat digunakan bisa mengembang seperti terigu. 

“Ini lah yang sedang kita genjot pekembangannya. Alhamdulillah sekarang kita memiliki produknya tinggal bagaimana ini terus dikembangkan di lima kabupaten/kota di Kaltara,”katanya.

Ditambahkannya, DPKP Kaltara akan terus mendorong pengembangan singkong dan olahannya, termasuk ragam inovasi pangan berbahan singkong.

“Tujuannya untuk mendukung ketahanan dan diversifikasi pangan serta kesehatan masyarakat Kaltara,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain