Paham Radikalisme Menyusup Ke Dalam Kampus

narahubung.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara menyebut paham radikal menyusup ke lembaga pendidikan. Paham itu bertujuan melumpuhkan keyakinan ideologi bangsa.

Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Dini Bakesbangpol Kaltara, Ranoesty Liling mengatakan, paham radikalisme sudah masuk ke kampus-kampus dengan melibatkan mahasiswa.

“Kalau terpapar sih terus terang memang ada. Ada mahasiswa bahkan ada juga akademisi. Kalau yang dari masyarakat umum, sampai saat ini belum ada,” ujarnya belum lama ini.

Ranoesty mengungkap tiga kategori penganut paham radikal, yakni kategori berat, sedang dan ringan. Untuk kategori berat diidentifikasi memiliki potensi melakukan aksi terorisme. Hal itu menjadi ranah Polri (Densus 88).

“Tapi kalau yang kategori sedang hingga ringan, itu masih menjadi ranah kita. Warga Kaltara yang tadi sudah terpapar, masih kategori ringan. Artinya, tidak ada potensi aksi-aksinya,” kata dia.

Meski tak berpotensi melakukan aksi, pendekatan secara persuaisif juga gencar dilakukan. Termasuk juga peningkatan wawasan kebangsaan juga kerap dilakukan pihaknya yang bekerjasama dengan instansi lain.

Hal ini dilakukan untuk terus menanamkan jiwa pancasila di setiap warga Kaltara, termasuk yang sudah terpapar.

“Kita jaga, agar paham-paham itu tidak berkembang lagi. Termasuk juga mendekatkan diri kepada mantan napiter (narapidana teroris) di Kaltara. Terus kalau untuk kegiatan-kegiatan kita, karena kita lebih pencegahan, kita undang tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk juga dari kalangan mahasiswa untuk diskusi tentang kebangsaan,” jelasnya.

Ia menyebut paham radikalisme sangat mudah menyusup ke dalam lembaga pendidikan, hal ini berkaitan erat dengan semakin mudahnya akses teknologi komunikasi digital.

“Terus juga dalam hasil survei itu kebhinnekaan menjadi daya tangkal efektif dalam mereduksi potensi radikalisme di masyarakat. Sedangkan literasi digital belum mampu jadi daya tangkal efektif dan belum mampu meningkatkan kebineekaan di masyarakat. Netizen juga cukup rentan terhadap paparan radikalisme, karena pengaruh besar media massa ini,” (dc/nr)

Berita Lain